Adep Bali, Sekilas Cerita Nang Lecir

Diposting tanggal 17 Feb 2012 oleh admin di kategori Opini | 9 Comments » [ 1,527 views ]

Sungguh unik pemandangan hari itu. Ketika petani-petani Bali mengolah lahannya secara tradisional disertai nyanyian kecil dan siulan tak bermakna namun menghibur. Seolah tak ada pemikiran untuk selalu ingin lebih dan hanya terlihat rasa syukur yang mendalam atas limpahan rahmat Tuhan. Mungkin beberapa tahun lagi penggalan kisah itu akan menjadi sejarah untuk para generasi muda Bali.

Bagaimana tidak gemerlap. Dunia pariwisata Bali semakin gila memaksa lahan-lahan produktif tanah Bali. Pariwisata mengubah lahan pertanian dan sumber pangan menjadi vila liar ataupun hotel mewah yang menjanjikan. Lalu, generasi selanjutnya mulai meninggalkan pekerjaan berkotor-kotor di tengah sawah dengan peghasilan pas-pasan. Alasannya, industri pariwisata lebih menjanjikan. Dia bisa menyulap orang dekil menjadi bak turis asing.

Dengan alasan itulah “globalisasi”, perkembangan zaman yang harus kita ikuti. Tentu saja bukan alasan tidak masuk akal. Tapi, memang itulah perubahan.

Ketika suatu saat nanti ada pertanyaan, pura apa itu yang berdiri di samping art shop yang megah itu? Ternyata itulah yang namanya “pura dugul”, pura yang dulunya tempat para petani memuja keagungan Tuhan atas limpahan karunia. Di pura itu dulu petani sekadar memanjatkan doa kecil, harapan, dan mengeluh. Kini tempat suci itu sudah mulai usang karena jarang sekali ada berkunjung ke sana. Pura tersebut memang diperuntukkan bagi orang-orang yang bergelut di pertanian bukan bagi para pemilik artshop.

Lalu di mana mereka? Siapa yang merawat dan menjaga pura itu lagi? Akan diapakan pura itu? Tak ada yang tahu. Hanya waktu yang akan menjawab.

Masih teringat di benak saya ketika 200 meter sebelah selatan rumah terdapat hamparan sawah. Meski tak terlalu luas, tanah itu cukup bagi saya bersama teman-teman untuk bermain layangan atau perang-perangan ria dengan lumpur. Sesekali ada teriakan petani marah-marah karena sawahnya dibuat berantakan oleh anak-anak.

Apa yang terjadi sekarang? Hanya berselang beberapa tahun, sawah itu mulai tertutupi restoran kecil. Tak lama kemudian restoran ini berkembang menjadi hotel yang siap menanti para turis beristirahat dan menginap di sana.

Memang restoran dan hotel itu merupakan mata pencaharian baru bagi warga sekitar. Tetapi, sayangnya, lahan itu berpindah tangan dari petani Bali ke pengusaha sukses dari luar. Mungkin itu hanya sekelumit contoh di tengah beralihnya banyak lahan Bali ke pihak orang luar Bali. Kita saat ini tentu saja melihat itu menjadi sebuah berkah yang menakjubkan.

Mengapa tidak, Nang Lecir yang dulu ke sawah tak memakai baju membawa sabit dan bertelanjang kaki sekarang mulai membangun rumahnya. Dia membangun mulai dari sanggah yang sudah berukir dan sekarang sedang di-‘prada’ sampai balai daja gedong rata desain terbaru yang megah dan city car keluaran terbaru untuk anaknya.

Tentu saja ini merupakan sebuah kemajuan. Tidak lagi kuno. Tapi apakah kita sadar bahwa ketika kita beranak atau bercucu nanti, apa yang dapat kita lihat? Mungkin mobil baru Nang Lecir tak lagi semewah dulu dan sudah kelihatan usang. Ukiran megah di sanggah Nang Lecir pun sudah mulai lapuk termakan usia. Terus apalagi yang bisa kita jual?

Oleh: I Dewa Gede Putra
Sumber: www.balebengong.net

Tags: ,

  • ngurah

    jangan jual tanah bali untuk sebuah konsumerisme, harus ada aturan tentang tata cara jual beli tanah di bali. jika ingin bali tetap ajeg..jual tanah di bali hanya kepada orang bali asli..atau jika ke pihak luar harus dengan sistem sewa. tanah di bali bukan sekadar komoditi barang untuk dijual, tapi nilai yang terkandung didalammnya tak akan tergantikan oleh apapun,,,ayo anak muda bali kita berkreasi demi bali tercinta.

  • dek adi

    buat pemerintah yng terhormat …
    saran dari saya..tolong jngan rusak keindahan pulau BALI..
    karena BALI terkenal akan keindahan alam’a…
    jika kita kehilangan tersebut ..
    maka BALI akan tidak mempunyai objek wisata lagi…
    BALI akan rata dengan beton” yng berdiri…
    bagi saya cara mencegah’a adalah..
    kurangi pemasukan orang dari luar bali yng akan tinggal membuat rumah di BALI..
    trima kasih

  • http://PODOL@YAHOO.COM.ID NYOMAN LISNAWA

    Hai, Saudaraku yang tinggal di Bali, itulah yang terjadi di Bali. orang-orang Bali merasa bangga punya anak dua atau satu, dan KB di Bali sangat berhasil,pemrintah menyanjung, setelah itu datanglah eksodus orang-orang luar bali yang punya anak banyak, membuat perumahan dan hotel-hotel di tanah-tanah orang bali, dan orang bali menjadi buruh di daerahnya sendiri, bukannya “BIG BOS”, hal ini juga terjadi di Lombok khususnya di Kota Mataram dan sekitarnya, wajah-wajah sanggah pemerajan khas bali telah bersangsung angsur punah dan orang-orang balinya nyingkir ke luar Kota menepi ke pegunungan, karena tanah-tanah mereka sudah berpindah tangan ke orang-orang yang berduit, jadilah Pertokoan yang berderet dan yang terusir adalah orang-orang Bali ( Hindu ) ke luar mencari tanah yang lebih murah,bahkan “kontrak” kamar, yang dahulunya milik orang tuanya, sekarang tinggal berpencar keluar dari Lingkungan Banjaran, yang tersisa hanya Balai Banjar dan Pemaksan. Hal ini terjadi karena teman-teman yang ada di Mataram – Lombok pada umumnya pendidikan rendah, pekerjaan kurang, dan bahkan serabutan, kebutuhan ekonomi yang tinggi, maka terjadilah penjualan tanah besar-besaran di Kota Mataram, apakah semeton di Bali mau melihat, bagaimana Pemerajan di Mataram “Diprelina dan dirobohkan oleh pemeliliknya, karene mau pindah ke pinggir kota,saya perkirakan cepat atau lambat pemerajan orang-orang Bali di Lombok akan habis tinggal hanya kenangan, bekas-bekas tempat TINGAL “PAREKAN” Raja Karang Asem pernah berkuasa di Lombok Barat, Mataram sekarang akan sirna ditelah RUKO dan RUKAN.

  • http://kadekpuspa@gmal.com kadek amik

    sungguh tak terkira wajah bali yang kami agung2 diluar pulau bali ternyata sungguh ironis. saya adalh slh satu rantauan anak bali yg berada diluar pulau bali sangat menyayangkan kejadian ini seharusnya pemerintah bertindak tegas untuk mempertahankan jati diri bali yang terkenal dengan ketradisionalanya. kalo bukan pemerintah dan segenap masyarakat bali yang perhatian sapa lagi dong yang akan menyelamatkan ajeg bali untuk kenerasi selanjutnya….????

  • delut watu lepang

    sulit memang punya pulau seindah bali, banyak GEGODAN man…. sekarang yang dibutuhkan kesadaran dari diri kita semua tuk bisa melawan GEGODAN itu……..

  • Love Denpasar

    Gak boleh Rasis gitu dong pikirannya……

    Tidak ada Bali .. tidak ada Jawa.. Tidak ada Lombok..

    Kita ini Satu INDONESIA…. Kita semua sejajar…  tidak ada yang lebih tinggi dan tidak ada yang lebih rendah…

    Warga Bali aseli juga banyak yang merantau di jawa… disana juga gak di larang-larang beli tanah kok..

    jangan lupa

    BALI itu gak punya pembangkit Listrik…. apa mau BALI jadi gelap gulita..?
    Janur yang dipakai di Bali juga banyak yang impor dari jawa….
    Kebutuhan pokok warga Bali juga banyak yang dipasok dari luar…

    dan hukum alam memang sudah menggariskan bahwa yang bisa bertahan itu adalah yang paling gigih berjuang….

    So mari kita berjuang untuk hidup yang lebih baik….

    gak usah rasis lagi pikiran nya…

  • Love Denpasar

    Mari kita berikan yang terbaik untuk negeri ini….

    Mari bulatkan tekad untuk bekerja dengan giat…

    Berjuang bersama membangun negeri….

  • lagu melayu

    Bali sangat indah. Kadang- kadang aku berpikir suatu saat nanti akmu mesti mengunjungi Bali. Tapi atak tahu kapan?

  • suripto

    dari 100 orang cuma 5 orang yang bisa berfikir logis sisanya yg penting senang 

Selamat datang di Tagboardnya www.iloveblue.com, sudahkan Anda membaca aturannya? klik di sini
Promo Iloveblue.com
WHAT'S UP BALI @TWITTER
SEARCH LIRIK LAGU
BANNER PROMO
tiket pesawat murah
RECENT COMMENTS
  • widi: thanks untuk inormasinya… webnya bagus…
  • Made Sudarmadi: bgmana si cranya konsentrasi
  • jah bless: vel kata siapa ganja bikin kecanduan ? lu pernah make ga ? kalo ga pernah diem aje. kalo masalah kesehatan...
  • SUSANTA BAGUS: Om Swastyastu, saya masu tanya, mohon informasinya: 1. Mengapa umat Hindu harus membuat pura 2. Apakah...
  • GdTantya: itu bhagawad gita bab 3 ??
NUMPANG NAMPANG
LATEST POST
JEPRET
PHOTO GALLERY
BANNER SPONSOR
IKLAN PREMIUM

Foto Prewedding di Bali

Iloveblue
Pembuatan foto pre wedding kini telah menjadi suatu keharusan bagi calon mempelai. Keindahan dan keunikan suatu foto pre wedding akan menghiasi kartu undangan ataupun souvenir pernikahan. Terlebih lagi foto itu dibuat di Bali. Ini akan menjadi suatu sensasi tersendiri.

Menikah di Bali

Iloveblue
Untuk melakukan pernikahan di Bali, saat ini bukanlah sesuatu yang susah untuk dilakukan. Anda tinggal kontak ke salah satu wedding organizer, menentukan jumlah undangan yang akan hadir, memilih lokasi upacara, thema, yang tentunya disesuaikan dengan budget Anda.

Lokasi Prewedding di Bali

Iloveblue
Selain terkenal akan budayanya, Bali merupakan salah satu tujuan dari fotografer-fotografer prewedding saat ini. Karena Bali memberikan pilihan lokasi prewedding yang begitu beragam. Mulai dari danau, gunung, pura, pantai dan tentu saja panorama sunset yang eksotis.
Iloveblue
  • Apa kabar? - Punapi gatrane?
  • Berapa harganya ini? - Aji kuda niki?
  • Mau pergi ke mana? - Jagi lunga kija?
  • Saya suka kamu - Tyang tresna sareng ragane
  • Terima kasih banyak ya - Matur suksma nggih

Bali Stock Photos

Welcome to Bali Stock Photos, the web's original source for high quality stock photos / images from Bali. Bali, as well known an island with a thousands pura (temple) has so many wonderers objects / moments that can be captured in photos. Start from most uniquely ceremonies, the wonderful landscapes, balinese life, the exotic face of the balinese, the wonderfully flora and fauna and side by side with the greatness of balinese temples.

iloveblue.com
iloveblue.com