[ANANDAMURTI] AIR MATA KEBAHAGIAAN TERTINGGI Posted by Nirvana Blue on 2004-08-31 [ print artikel ini | beritahu teman | dilihat 337 kali ]Asato ma’ sadgamaya tamaso ma’ jyotirgamaya
Mrtyorma’ amrtam’ gamaya a’vira’virmayaedhi
Rudra yatte daks’in’am’ mukham’ tena ma’m’ pa’hinityam
Para Rsi berdoa, “Bimbinglah hamba dari ketidakkekalan (asat) menuju keabadian (sat), dari kegelapan (tamas) menuju cahaya (jyoti), dari kematian menuju kehidupan.”
Sebelum memahami arti dari sloka itu, cobalah untuk memahami dengan benar makna kata-kata yang digunakan pada sloka itu dan penjelasannya. Pasangan kata pertama adalah ‘asad-sad’. Sesuatu yang mengalami proses metamorphosa disebut ‘asad’. Tidak ada kebahagiaan di dalamnya. Kita tidak menginginkan dunia yang berubah ini; dia memberikan kita penderitaan. Dia mengubah kebahagiaan kita menjadi ketidakbahagiaan. Kata yang kedua adalah ‘tamas’. Di mana ada tamas maka di sana tidak ada esensi spiritualitas. Oleh karena itu doa itu memohonkan agar seseorang di bimbing dari asad menuju sad, dari kegelapan menuju cahaya.
Melalui perubahan, seorang bayi menjadi tua. Perubahan terakhir dikenal dengan istilah ‘kematian’. Sesuatu yang tidak mengalami perubahan adalah kematian. Oleh karena itu para Rsi ingin dibimbing dari mortalitas (kematian) menuju immortalitas (kehidupan yang kekal).
Ingatlah selalu dalam pikiran bahwa kehadiran entitas dengan akalya’n’a (yang secara spiritual tidak baik) adalah pra’durbha’va. Pra’durbha’va adalah pertanda akalya’n’a. Lawan kata yang pas untuk ini adalah a’virbha’va. A’virbha’va berhubungan dengan kalya’n’a (kebaikan spiritual). A’virbha’va terjadi dengan tiba-tiba. Apabila ada pertanda suatu kebahagiaan, itu adalah a’virbha’va. Kalian mengatakan, “Biarlah a’virbha’vaMu ada padaku.”
Orang yang membuat orang lain mencucurkan air mata adalah ‘rudra’. Menangis yang ringan disebut ‘rudana’, dan menangis yang keras disebut ‘krandana’. Begitu juga, ada senyum dan tawa. Rudra membuat kalian menangis --- menangis yang ringan ataupun keras.
Sada’shiva membawa a’virbha’va. Beliau sangat dermawan (kalya’n’aaka’ri). Karena Beliau memiliki tiga mata dan lima wajah, Beliau dikenal sebagai ‘Trinetra’ dan ‘Painca Vaktram’. Dari lima wajahNya itu, satu yang paling kiri disebut Va’ma Deva. Empat yang lainnya adalah Ka’la’gni, Kalya’n’a Sundaram, Iisha’na dan Daks’in’eshvara. Va’ma Deva adalah menghukum mereka yang berbuat salah. Daks’in’eshvara yang memberi peringatan (ta’dana). Ka’la’gni mengingatkan akan konsekuensi suatu perbuatan dan mengingatkan akan hukumannya. Kalya’n’a Sundaram akan berkata, “Kamu cukup baik. Kemarilah dan duduk di sini.” Iisha’na menjadikan orang mengerti dengan bahasa yang halus dan juga menghukum. Apabila Rudra ada di kanan (daks’in’a), kita memohon padaNya, ‘O Shiva ! Lindungilah hamba sebagai Daks’in’eshvara.’ Bahkan walaupun Beliau bahagia, Beliau juga membuat orang lain menangis. Air mata yang jatuh dari sisi luar dari mata adalah air mata kebahagiaan, dan dari sisi dalam adalah air mata kesedihan. Begitulah maka Beliau dikenal dengan sebutan ‘Painca Vaktram’.
Patna, 30 Agustus 1978
(Shrii Shrii Anandamurti)
|