Artikel Bali - Hindu & Adat Bali

UPACARA ''NGESANGA'' INGATKAN MANUSIA AGAR TAK LUPA LELUHUR
Posted by Balipost on 2009-03-12 [ print artikel ini | dilihat 3372 kali ]



Upacara ngesanga atau ngetipat kawulu dirayakan oleh masyarakat Hindu di Lombok pada tilem kawulu secara hirarki, memang tidak ada kaitannya dengan upacara-upacara keagamaan lainnya. Kendati dalam waktu yang bersamaan yakni pada tilem kawulu, sebagian masyarakat lainnya di Lombok merayakan upacara ngepik yang merupakan rangkaian dari upacara mulang pakelem di Danau Segara Anak, Gunung Rinjan. Namun, kedua upacara ritual itu tidak ada kaitannya. Bagaimana filosofi upacara ngesanga itu?


====================================
Ketua PHDI NTB I Gde Mandia, S.H. mengatakan, kebetulan saja dua jenis upacara itu hari perayaannya jatuh bersamaan, namun secara hirarki tidak ada kaitannya. Upacara ngepik yang kegiatannya dilaksanakan di pantai Melase, Batulayar, Lobar, menurut Mandia, merupakan rangkaian dari upacara mulang pakelem yang dilaksanakan umat Hindu di Lombok pada sasih kalima setiap tahun.

Sebagai rangkaian akhir dari upacara ritual mulang pakelem, melalui upacara ngepik atau yang di Bali dikenal dengan upacara nangluk mrana. Dalam upacara ini masyarakat membuat sesaji berupa cecaruan yang dipersembahkan kepada bhuta kala dengan harapan, para bhuta ini tidak mengganggu keseimbangan alam beserta isinya. Dengan seimbangnya alam, kehidupan manusia pun akan damai dan tenteram. Sesaji berupa caru ini kemudian dilarung ke laut sebagai wujud persembahan kepada para bhuta kala.

Kendati dua upacara keagamaan ini tidak ada kaitannya, menurut Mandia, maknanya sama yaitu memohon kepada Ida Sang Hyang Widhi agar umat manusia dilimpahkan kesejahteraan serta alam beserta isinya menjadi lestari. Berbagai upacara keagamaan di daerah ini, kata Mandia, selalu didukung sepenuhnya oleh PHDI.

Terkait dengan ngesanga, menurut Ketua Yayasan Krama Pura NTB I Gde Kusmayadi, S.H., M.Hum., masyarakat Hindu merayakannya sebagai penyambutan hari raya Nyepi. Masyarakat Hindu di Lombok merayakan Nyepi bukan pada akhir sasih kasanga tetapi diambil pada akhir sasih kawulu atau memasuki sasih kasanga. Namun, diakui, bahwa tidak seluruh umat Hindu yang sudah lama bermukim secara turun-temurun di Lombok merayakannya. Masyarakat awam tidak memahami dengan jelas, kenapa tidak seluruh umat merayakannya.

Beberapa Generasi

Menurut Ketua STAH Negeri Gde Puja Mataram, masyarakat Hindu yang merayakan ngesanga di Lombok hanya dari generasi tertentu saja. Lingga menyebutkan, sebenarnya masyarakat Hindu yang ada di daerah ini berasal dari beberapa generasi.

Generasi pertama adalah masyarakat Hindu yang sudah ada ketika Anak Agung Karangasem menjadi raja di Lombok. Saat itu, kata Lingga, upacara ngesanga merupakan upacara ritual yang harus dilaksanakan. Jika ada masyarakat yang tidak melaksanakannya, warga yang bersangkutan akan dikenai sanksi yaitu membuat sesajen besar sebagai penebusnya. "Jika sanksi dijatuhkan, untuk tahun-tahun berikutnya tidak ada umat yang berani untuk tidak merayakannya,'' katanya. Ia menambahkan, ngesanga pada zaman itu merupakan kegiatan ritual yang wajib dilaksanakan umat Hindu.

Dalam perjalanannya, generasi berikutnya datang ke Lombok. Lingga menyebutnya generasi kedua yang datang ketika terjadi pemisahan Sunda Kecil dengan Bali. Saat itu, katanya, banyak warga Bali khususnya dari Singaraja yang diutus pemerintah datang ke Lombok. "Mereka yang datang belakangan ini, sampai saat ini umumnya tidak merayakan ngesanga," ujarnya.

Demikian halnya dengan generasi ketiga yang datang ke Lombok ketika Gunung Agung meletus. Saat itu, kata Lingga, banyak pengungsi datang kemudian mencari penghidupan dan menetap di daerah ini. Generasi ketiga dan generasi-generasi berikutnya atau pendatang yang datang belakangan tidak merayakan ngesanga, karena di daerah asalnya mereka tidak mengenalnya.

Sementara versi lain menyebutkan, warga Hindu yang secara turun-temurun ada di Lombok tidak merayakan ngesanga karena sejak awal mereka tidak merayakannya. Beberapa faktor yang mengakibatkan kenapa ada warga yang tidak merayakannya. "Berdasarkan cerita, mereka yang tidak merayakan ngesanga karena bertepatan dengan hari suci itu ada yang tertimpa musibah. Karena sempat sekali tidak merayakannya, akhirnya mereka memutuskan untuk tidak mengambil selanjutnya," katanya.

Terlepas dari berbagai versi yang berkembang, namun yang pasti, menurut Lingga, upacara ngesanga memiliki filosofi penting yang harus diingat oleh umat. "Upacara itu mengingatkan kita agar kita selalu ingat dan hormat kepada leluhur serta pendahulu-pendahulu kita," katanya. Sebagai wujud bahwa masyarakat mengingat para leluhurnya, maka bertepatan dengan ngesanga, umat merayakannya dengan masoda atau mamunjung.

Hal senada juga diungkapkan Ketua Jurusan Filsafat STAH Negeri I Gde Puja Mataram Ni Wayan Rasti, S.H., S.Ag. Saat ngesanga umat yang merayakannya pasti mamunjung ke pantai karena ada kepercayaan bahwa bertepatan dengan tilem kawulu para leluhur diizinkan oleh dewa penguasa untuk membersihkan diri ke pantai. "Pada kesempatan inilah dimanfaatkan untuk mamunjung sebagai tanda bahwa kita ingat dengan para leluhur kita," ujarnya.

Sementara makna lain yang terkandung dari upacara ini, tersirat dari semayut ketipat yang di-tatab oleh anggota keluarga. Jumlah ketupat yang dibuat disesuaikan dengan jumlah urip pancawara masing-masing anggota keluarga. Jika dalam satu keluarga terdiri atas empat orang anak dan dua orangtua, jumlah ketupat yang dibuat disesuaikan dengan masing-masing urip pancawara. "Jika salah satu keluarga ada yang lahir pada umanis, anak itu dibuatkan ketipat lima biji. Begitu seterusnya," katanya.

Semayut ketipat yang di-tatab ini selain bertujuan untuk memohon kepada Ida Sang Hyang Widhi agar anggota keluarga diberikan kesehatan, keselamatan dan kesejahteraan, juga memiliki makna penting yakni agar manusia tidak melupakan hari kelahirannya. (rak/par)

sumber: BaliPost









Jika Anda mempunyai komentar tentang artikel di atas, silahkan isi di sini
Selamat datang di Tagboardnya www.iloveblue.com, sudahkan Anda membaca aturannya? klik di sini


Foto pre wedding di Bali - Menikah di Bali - Lokasi foto pre wedding
Promo Iloveblue.com
WHAT'S UP BALI @TWITTER
Dengan mem-follow twitternya iloveblue.com, dapetin info terbaru dari kami.

Follow us: @ilovebluedotcom

Buat temen2 yg ada di Bali.. yg punya event di sekolah/kampusnya, mention/DM ajah ke @ilovebluedotcom, kami akan publish di sini.

Follow us: @ilovebluedotcom

Teman2 juga bisa menginformasikan keadaan jalan/lalu-lintas dengan mention/DM ke @ilovebluedotcom

Follow us: @ilovebluedotcom

Silahkan #BlueBrainers yang mempunyai info tentang event di Bali mention ke @ilovebluedotcom yah :)

Follow us: @ilovebluedotcom

BANNER PROMO
tiket pesawat murah
RECENT COMMENTS
LATEST POST
NUMPANG NAMPANG
Veli Yanto - Denpasar
mau ikut numpang nampang di sini?
info lengkapnya.. klik di sini
BANNER SPONSOR
CHAT WITH US
IKLAN PREMIUM

Foto Prewedding di Bali

Iloveblue
Pembuatan foto pre wedding kini telah menjadi suatu keharusan bagi calon mempelai. Keindahan dan keunikan suatu foto pre wedding akan menghiasi kartu undangan ataupun souvenir pernikahan. Terlebih lagi foto itu dibuat di Bali. Ini akan menjadi suatu sensasi tersendiri.

Menikah di Bali

Iloveblue
Untuk melakukan pernikahan di Bali, saat ini bukanlah sesuatu yang susah untuk dilakukan. Anda tinggal kontak ke salah satu wedding organizer, menentukan jumlah undangan yang akan hadir, memilih lokasi upacara, thema, yang tentunya disesuaikan dengan budget Anda.

Lokasi Prewedding di Bali

Iloveblue
Selain terkenal akan budayanya, Bali merupakan salah satu tujuan dari fotografer-fotografer prewedding saat ini. Karena Bali memberikan pilihan lokasi prewedding yang begitu beragam. Mulai dari danau, gunung, pura, pantai dan tentu saja panorama sunset yang eksotis.
Iloveblue
  • Apa kabar? - Punapi gatrane?
  • Saya baik-baik saja. - Tyang becik-becik kemanten.
  • Di mana tempatnya Tanah Lot? - Ring dija genah Tanah Lot?
  • Terima kasih banyak ya. - Matur suksma ping banget nggih.
selantur nyane...

Bali Stock Photos

Welcome to Bali Stock Photos, the web's original source for high quality stock photos / images from Bali. Bali, as well known an island with a thousands pura (temple) has so many wonderers objects / moments that can be captured in photos. Start from most uniquely ceremonies, the wonderful landscapes, balinese life, the exotic face of the balinese, the wonderfully flora and fauna and side by side with the greatness of balinese temples.

iloveblue.com
iloveblue.com