media anak muda bali - gaul, funky, inovatif, lestarikan budaya bali
media anak muda bali - gaul, funky, inovatif, lestarikan budaya bali home - media anak gaul bali media anak gaul bali - about us media anak gaul bali - tentang blue internet media anak gaul bali - anak gaul en funky-nya iloveblue.com kontak blue internet media anak gaul bali - pak pos thanks to
media anak muda bali - gaul, funky, inovatif, lestarikan budaya bali
media anak muda bali - gaul, funky, inovatif, lestarikan budaya bali
media anak muda bali - gaul, funky, inovatif, lestarikan budaya bali - feature
berita bali,lirik,lyric,diary,forum gaul,ramalan,kampus,lowongan,iklan,greeting,galley,card,kartu ucapan
berita bali,lirik,lyric,diary,forum gaul,ramalan,kampus,lowongan,iklan,greeting,galley,card,kartu ucapan
berita bali,lirik,lyric,diary,forum gaul,ramalan,kampus,lowongan,iklan,greeting,galley,card,kartu ucapan
berita bali,lirik,lyric,diary,forum gaul,ramalan,kampus,lowongan,iklan,greeting,galley,card,kartu ucapan
berita bali,lirik,lyric,diary,forum gaul,ramalan,kampus,lowongan,iklan,greeting,galley,card,kartu ucapan
berita bali,lirik,lyric,diary,forum gaul,ramalan,kampus,lowongan,iklan,greeting,galley,card,kartu ucapan
berita bali,lirik,lyric,diary,forum gaul,ramalan,kampus,lowongan,iklan,greeting,galley,card,kartu ucapan
berita bali,lirik,lyric,diary,forum gaul,ramalan,kampus,lowongan,iklan,greeting,galley,card,kartu ucapan
berita bali,lirik,lyric,diary,forum gaul,ramalan,kampus,lowongan,iklan,greeting,galley,card,kartu ucapan
berita bali,lirik,lyric,diary,forum gaul,ramalan,kampus,lowongan,iklan,greeting,galley,card,kartu ucapan
berita bali,lirik,lyric,diary,forum gaul,ramalan,kampus,lowongan,iklan,greeting,galley,card,kartu ucapan
berita bali,lirik,lyric,diary,forum gaul,ramalan,kampus,lowongan,iklan,greeting,galley,card,kartu ucapan
berita bali,lirik,lyric,diary,forum gaul,ramalan,kampus,lowongan,iklan,greeting,galley,card,kartu ucapan
berita bali,lirik,lyric,diary,forum gaul,ramalan,kampus,lowongan,iklan,greeting,galley,card,kartu ucapan
berita bali,lirik,lyric,diary,forum gaul,ramalan,kampus,lowongan,iklan,greeting,galley,card,kartu ucapan
berita bali,lirik,lyric,diary,forum gaul,ramalan,kampus,lowongan,iklan,greeting,galley,card,kartu ucapan
berita bali,lirik,lyric,diary,forum gaul,ramalan,kampus,lowongan,iklan,greeting,galley,card,kartu ucapan
berita bali,lirik,lyric,diary,forum gaul,ramalan,kampus,lowongan,iklan,greeting,galley,card,kartu ucapan
berita bali,lirik,lyric,diary,forum gaul,ramalan,kampus,lowongan,iklan,greeting,galley,card,kartu ucapan
berita bali,lirik,lyric,diary,forum gaul,ramalan,kampus,lowongan,iklan,greeting,galley,card,kartu ucapan
berita bali,lirik,lyric,diary,forum gaul,ramalan,kampus,lowongan,iklan,greeting,galley,card,kartu ucapan
berita bali,lirik,lyric,diary,forum gaul,ramalan,kampus,lowongan,iklan,greeting,galley,card,kartu ucapan
berita bali,lirik,lyric,diary,forum gaul,ramalan,kampus,lowongan,iklan,greeting,galley,card,kartu ucapan
berita bali,lirik,lyric,diary,forum gaul,ramalan,kampus,lowongan,iklan,greeting,galley,card,kartu ucapan
media anak muda bali - gaul, funky, inovatif, lestarikan budaya bali - berita seputar bali
Seputar Bali
Info Gaul & Pariwisata
Teknologi Informasi
Bluebrainers Only
media anak muda bali - gaul, funky, inovatif, lestarikan budaya bali - bali corner
Hindu & Adat Bali
Anatta Gotama
Motivasi & Inspirasi
Media Hindu
Jokes Atau Cerita Lucu
Ketut Wiana
Pencerahan
Meditasi Anatta
Ngakan Putu Putra
Wisata Keliling Bali
Balinese Foods
Gede Prama
Hinduism In English
Sastra Bali
Usada Bali
Bali Kids
Bale Bengong
Cerpen Bali
Gede Mahendra
Seksologi
Info Hiv/aids
Hari Raya & Hari Baik
media anak muda bali - gaul, funky, inovatif, lestarikan budaya bali - kategori barang dan jasa
Buku-buku Hindu
Buku Umum
Cd/vcd/dvd
Majalah
Vcd Atau Dvd
pasang banner
media anak muda bali - gaul, funky, inovatif, lestarikan budaya bali - kategori barang dan jasa
berita bali,lirik,lyric,diary,forum gaul,ramalan,kampus,lowongan,iklan,greeting,galley,card,kartu ucapan

eXTReMe Tracker

Media Bali Gaul en Funky - Portal Anak Muda Bali, lirk, lirik lagu, iklan, ramalan bintang, greeting cards, gede prama, hindu dan adat bali, artikel, puisi, bluebrainers


I love blue dot com adalah media komunikasi bagi anak muda khususnya generasi muda Bali yang berusaha tampil lebih kreatif, inovatif, berwawasan luas… but yang pasti gaul en funky abizz… tanpa melepaskan eksistensinya sebagai generasi muda Bali yang terus berkiprah menjaga kelestarian dan keajegan budaya Bali.

 


Cari Artikel
ILoveBlue.com | Media Anak Muda Bali > Artikel Bali
UPACARA ''NGESANGA'' INGATKAN MANUSIA AGAR TAK LUPA LELUHUR
Posted by Balipost on 2009-03-12 [ print artikel ini | beritahu teman | dilihat 1314 kali ]

Upacara ngesanga atau ngetipat kawulu dirayakan oleh masyarakat Hindu di Lombok pada tilem kawulu secara hirarki, memang tidak ada kaitannya dengan upacara-upacara keagamaan lainnya. Kendati dalam waktu yang bersamaan yakni pada tilem kawulu, sebagian masyarakat lainnya di Lombok merayakan upacara ngepik yang merupakan rangkaian dari upacara mulang pakelem di Danau Segara Anak, Gunung Rinjan. Namun, kedua upacara ritual itu tidak ada kaitannya. Bagaimana filosofi upacara ngesanga itu?


====================================
Ketua PHDI NTB I Gde Mandia, S.H. mengatakan, kebetulan saja dua jenis upacara itu hari perayaannya jatuh bersamaan, namun secara hirarki tidak ada kaitannya. Upacara ngepik yang kegiatannya dilaksanakan di pantai Melase, Batulayar, Lobar, menurut Mandia, merupakan rangkaian dari upacara mulang pakelem yang dilaksanakan umat Hindu di Lombok pada sasih kalima setiap tahun.

Sebagai rangkaian akhir dari upacara ritual mulang pakelem, melalui upacara ngepik atau yang di Bali dikenal dengan upacara nangluk mrana. Dalam upacara ini masyarakat membuat sesaji berupa cecaruan yang dipersembahkan kepada bhuta kala dengan harapan, para bhuta ini tidak mengganggu keseimbangan alam beserta isinya. Dengan seimbangnya alam, kehidupan manusia pun akan damai dan tenteram. Sesaji berupa caru ini kemudian dilarung ke laut sebagai wujud persembahan kepada para bhuta kala.

Kendati dua upacara keagamaan ini tidak ada kaitannya, menurut Mandia, maknanya sama yaitu memohon kepada Ida Sang Hyang Widhi agar umat manusia dilimpahkan kesejahteraan serta alam beserta isinya menjadi lestari. Berbagai upacara keagamaan di daerah ini, kata Mandia, selalu didukung sepenuhnya oleh PHDI.

Terkait dengan ngesanga, menurut Ketua Yayasan Krama Pura NTB I Gde Kusmayadi, S.H., M.Hum., masyarakat Hindu merayakannya sebagai penyambutan hari raya Nyepi. Masyarakat Hindu di Lombok merayakan Nyepi bukan pada akhir sasih kasanga tetapi diambil pada akhir sasih kawulu atau memasuki sasih kasanga. Namun, diakui, bahwa tidak seluruh umat Hindu yang sudah lama bermukim secara turun-temurun di Lombok merayakannya. Masyarakat awam tidak memahami dengan jelas, kenapa tidak seluruh umat merayakannya.

Beberapa Generasi

Menurut Ketua STAH Negeri Gde Puja Mataram, masyarakat Hindu yang merayakan ngesanga di Lombok hanya dari generasi tertentu saja. Lingga menyebutkan, sebenarnya masyarakat Hindu yang ada di daerah ini berasal dari beberapa generasi.

Generasi pertama adalah masyarakat Hindu yang sudah ada ketika Anak Agung Karangasem menjadi raja di Lombok. Saat itu, kata Lingga, upacara ngesanga merupakan upacara ritual yang harus dilaksanakan. Jika ada masyarakat yang tidak melaksanakannya, warga yang bersangkutan akan dikenai sanksi yaitu membuat sesajen besar sebagai penebusnya. "Jika sanksi dijatuhkan, untuk tahun-tahun berikutnya tidak ada umat yang berani untuk tidak merayakannya,'' katanya. Ia menambahkan, ngesanga pada zaman itu merupakan kegiatan ritual yang wajib dilaksanakan umat Hindu.

Dalam perjalanannya, generasi berikutnya datang ke Lombok. Lingga menyebutnya generasi kedua yang datang ketika terjadi pemisahan Sunda Kecil dengan Bali. Saat itu, katanya, banyak warga Bali khususnya dari Singaraja yang diutus pemerintah datang ke Lombok. "Mereka yang datang belakangan ini, sampai saat ini umumnya tidak merayakan ngesanga," ujarnya.

Demikian halnya dengan generasi ketiga yang datang ke Lombok ketika Gunung Agung meletus. Saat itu, kata Lingga, banyak pengungsi datang kemudian mencari penghidupan dan menetap di daerah ini. Generasi ketiga dan generasi-generasi berikutnya atau pendatang yang datang belakangan tidak merayakan ngesanga, karena di daerah asalnya mereka tidak mengenalnya.

Sementara versi lain menyebutkan, warga Hindu yang secara turun-temurun ada di Lombok tidak merayakan ngesanga karena sejak awal mereka tidak merayakannya. Beberapa faktor yang mengakibatkan kenapa ada warga yang tidak merayakannya. "Berdasarkan cerita, mereka yang tidak merayakan ngesanga karena bertepatan dengan hari suci itu ada yang tertimpa musibah. Karena sempat sekali tidak merayakannya, akhirnya mereka memutuskan untuk tidak mengambil selanjutnya," katanya.

Terlepas dari berbagai versi yang berkembang, namun yang pasti, menurut Lingga, upacara ngesanga memiliki filosofi penting yang harus diingat oleh umat. "Upacara itu mengingatkan kita agar kita selalu ingat dan hormat kepada leluhur serta pendahulu-pendahulu kita," katanya. Sebagai wujud bahwa masyarakat mengingat para leluhurnya, maka bertepatan dengan ngesanga, umat merayakannya dengan masoda atau mamunjung.

Hal senada juga diungkapkan Ketua Jurusan Filsafat STAH Negeri I Gde Puja Mataram Ni Wayan Rasti, S.H., S.Ag. Saat ngesanga umat yang merayakannya pasti mamunjung ke pantai karena ada kepercayaan bahwa bertepatan dengan tilem kawulu para leluhur diizinkan oleh dewa penguasa untuk membersihkan diri ke pantai. "Pada kesempatan inilah dimanfaatkan untuk mamunjung sebagai tanda bahwa kita ingat dengan para leluhur kita," ujarnya.

Sementara makna lain yang terkandung dari upacara ini, tersirat dari semayut ketipat yang di-tatab oleh anggota keluarga. Jumlah ketupat yang dibuat disesuaikan dengan jumlah urip pancawara masing-masing anggota keluarga. Jika dalam satu keluarga terdiri atas empat orang anak dan dua orangtua, jumlah ketupat yang dibuat disesuaikan dengan masing-masing urip pancawara. "Jika salah satu keluarga ada yang lahir pada umanis, anak itu dibuatkan ketipat lima biji. Begitu seterusnya," katanya.

Semayut ketipat yang di-tatab ini selain bertujuan untuk memohon kepada Ida Sang Hyang Widhi agar anggota keluarga diberikan kesehatan, keselamatan dan kesejahteraan, juga memiliki makna penting yakni agar manusia tidak melupakan hari kelahirannya. (rak/par)

sumber: BaliPost










 

 

hak cipta oleh iloveblue.com