Artikel Bali - Hindu & Adat Bali

SAMA, ESENSI SIMBOL HINDU DI INDIA DAN BALI
Posted by Balipost on 2009-03-12 [ print artikel ini | dilihat 1386 kali ]



HINDU yang berkembang di Bali berasal dari India, tak ada yang menyangkal. Peradaban ini dimulai di lembah Sungai Sindhu. Harrapa dan Mahenjodaro adalah bukti otentik dari perkembangan Hindu. Meski demikian, istilah Hindu ternyata tidak dikenal dalam kitab suci. ''Sanatana Dharma atau kebenaran yang abadi, itu yang ada di kitab suci,'' kata IB Agastia. Kalaupun menjadi sebutan Hindu, menurutnya, karena pengucapan Sindhu yang lama-kelamanan menjadi Hindu. Kalau ''indu'' artinya bulan.

Selanjutnya, muncul peradaban dari Asia Tengah dengan bahasa Sansekertanya. Kelompok bahasa ini termasuk kelompok bahasa Indo Jerman. Di daratan India pun mulai terjadi akulturasi kebudayaan. ''Weda mulai dikenal di zaman ini. Dari Weda Samhita sampai kitab Purana, Upanisad dan yang lain yang disebut Wedas,'' jelasnya.

Evolusi terhadap pemikiran pun muncul di India. Masuknya penjajah Inggris ikut mempengaruhi situasi. Kaum Barat mulai menggoyang eksistensi Weda, selain dari kaum India sendiri. Mereka yang anti Weda berasal dari kalangan Buddha. Mereka protes karena penonjolan Weda hanya pada upacara. Sementara Buddha lebih menonjolkan etik. Weda itu sendiri sebenarnya mengakomodasikan semua hal itu. Karma dan jnana pun termasuk di dalamnya.

Di zaman yang lebih modern, kata Agastia, aksi dan reaksi tetap berjalan. Mulailah muncul pemikir-pemikir dari India seperti Gandhi, Brahma Samad, Arya Samad dan Sarwo Daya. Ajaran-ajaran Ahimsa dan Swadeshi juga mulai muncul di India.

Bagaimana dengan kedatangan Hindu ke Indonesia? Mantan pengurus PHDI pusat selama dua periode ini menjelaskan, Hindu yang datang ke Indonesia berasal dari India Selatan. Mereka datang dengan menonjolkan yoga yang mereka sebut sebagai agama. Agama lebih bersifat induktif, sedangkan yang deduktif adalah Nigama.

Agama dikatakan deduktif karena dimulai dari pengalaman spiritual pribadi kemudian dijabarkan ke dalam kitab oleh orang-orang suci. Nigama dikatakan deduktif karena wahyu berasal dari atas, kemudian disarikan oleh orang-orang suci juga. Istilahnya adalah dari buana agung menyebar ke buana alit. Weda kemudian termasuk ke dalam Nigama itu. Agastia mengatakan, antara Agama dan Nigama tetap saling mengisi. Siwa dan Buda bisa bersatu. Puncak penyatuan Siwa dan Buda ada di Bali. Hal ini disimbolkan dengan Padmasana. Hal inilah yang menjadi keistimewaan umat Hindu. ''Penyatuan ini tidak ada di India, hanya di Bali,'' papar Agastia. Ia menambahkan, konsep Siwa Buda Manunggal juga bisa dijadikan konsep agama masa depan.

Mengenai penggunaan simbol-simbol Hindu, baik di India maupun di Bali memiliki esensi yang sama. Api, air, bunga, biji-bijian, madu dan susu adalah contohnya. ''Semua ini memiliki makna yang sama, sebagai sari kehidupan,'' ungkap dosen Fakultas Sastra Unud ini. Canang sari misalnya. Unsur canang sari adalah bunga, biji-bijian (beras), madu (tebu), susu (pisang) ditambah api (dupa) dan air (tirtha). Di India juga memakai unsur yang sama.

Posisi duduk bajrasana dan padmasana pun memiliki esensi yang sama. Semua menunjukkan kebulatan tekad (circle) dalam mencapai keheningan. Malinggih dalam arti hening berguna untuk menguatkan pikiran. Pedanda yang mayoga adalah bukti mereka malinggih untuk mencapai penyatuan. Pedanda atau Sadhaka adalah mereka yang melakukan sadhana atau jalan yoga.

Terkait upacara, Agastia menolak anggapan umat Hindu di Bali tidak peduli tattwa. Tattwa itu ada 26. Unsur Panca Indria dan Panca Maha Bhuta termasuk tattwa. Karena itulah, bahwa setiap upacara ada tattwa. Walaupun karma kanda ditonjolkan, namun nuansa agama (tattwa) tetap ada. Karma dan Jnana Kanda harus menyatu.

Agastia mengibaratkan sebuah kapal. Kalau hanya menonjolkan Jnana, penumpang yang muat sedikit. Kalau menonjolkan Karma penumpang akan lebih banyak. Lebih bagus lagi kalau kedua ini menyatu. Dalam realitasnya di Bali memang karma-nya yang ditonjolkan. ''Jangan hanya banyak omong, akan tetapi tidak pernah diterapkan. Ini juga merupakan perwujudan tattwa,'' katanya.

Satu hal yang membuat Agastia gerah adalah adanya paranormal yang menggunakan sarana upacara. Pemakaian sarana upacara berdasarkan pawisik ini harus diwaspadai. Apalagi oleh mereka yang mengatasnamakan bhakta. Setiap upacara harus berdasarkan tattwa. Belakangan malah ada pakelem yang menurutnya tanpa dasar tattwa dan dewasa (hari baik). Penyimpangan ini ternyata banyak dilakukan kelompok Jnana yang tidak mengerti tattwa. Pahami dulu tattwa baru masuk jnana. Ditegaskannya lagi, upacara di Bali bersumber dari tattwa. Di luar itu bisa dihilangkan. (wah)

sumber: BaliPost









Jika Anda mempunyai komentar tentang artikel di atas, silahkan isi di sini
Selamat datang di Tagboardnya www.iloveblue.com, sudahkan Anda membaca aturannya? klik di sini


Foto pre wedding di Bali - Menikah di Bali - Lokasi foto pre wedding
Promo Iloveblue.com
WHAT'S UP BALI @TWITTER
Silahkan #BlueBrainers yang mempunyai info tentang event di Bali mention ke @ilovebluedotcom yah :)

Follow us: @ilovebluedotcom

Dengan mem-follow twitternya iloveblue.com, dapetin info terbaru dari kami.

Follow us: @ilovebluedotcom

Buat temen2 yg ada di Bali.. yg punya event di sekolah/kampusnya, mention/DM ajah ke @ilovebluedotcom, kami akan publish di sini.

Follow us: @ilovebluedotcom

Teman2 juga bisa menginformasikan keadaan jalan/lalu-lintas dengan mention/DM ke @ilovebluedotcom

Follow us: @ilovebluedotcom

BANNER PROMO
tiket pesawat murah
RECENT COMMENTS
LATEST POST
NUMPANG NAMPANG
Lolot - Panjer, Denpasar,  Bali
mau ikut numpang nampang di sini?
info lengkapnya.. klik di sini
BANNER SPONSOR
CHAT WITH US
IKLAN PREMIUM

Foto Prewedding di Bali

Iloveblue
Pembuatan foto pre wedding kini telah menjadi suatu keharusan bagi calon mempelai. Keindahan dan keunikan suatu foto pre wedding akan menghiasi kartu undangan ataupun souvenir pernikahan. Terlebih lagi foto itu dibuat di Bali. Ini akan menjadi suatu sensasi tersendiri.

Menikah di Bali

Iloveblue
Untuk melakukan pernikahan di Bali, saat ini bukanlah sesuatu yang susah untuk dilakukan. Anda tinggal kontak ke salah satu wedding organizer, menentukan jumlah undangan yang akan hadir, memilih lokasi upacara, thema, yang tentunya disesuaikan dengan budget Anda.

Lokasi Prewedding di Bali

Iloveblue
Selain terkenal akan budayanya, Bali merupakan salah satu tujuan dari fotografer-fotografer prewedding saat ini. Karena Bali memberikan pilihan lokasi prewedding yang begitu beragam. Mulai dari danau, gunung, pura, pantai dan tentu saja panorama sunset yang eksotis.
Iloveblue
  • Apakah kamu sudah makan? - Napi ragane sampun ngajeng?
  • Kamu sudah punya pacar? - Ragane sampun maduwe gagelan?
  • Terima kasih banyak ya. - Matur suksma ping banget nggih.
  • Permisi...saya mau bertanya. - Nunas lugra...tyang jagi metaken.
selantur nyane...

Bali Stock Photos

Welcome to Bali Stock Photos, the web's original source for high quality stock photos / images from Bali. Bali, as well known an island with a thousands pura (temple) has so many wonderers objects / moments that can be captured in photos. Start from most uniquely ceremonies, the wonderful landscapes, balinese life, the exotic face of the balinese, the wonderfully flora and fauna and side by side with the greatness of balinese temples.

iloveblue.com
iloveblue.com