MEMAJUKAN PERTANIAN, BADUNG PRIORITASKAN PENGUATAN MODAL Posted by Balipost on 2005-12-12 [ print news ini | beritahu teman | dilihat 1485 kali ]Denpasar (Bali Post) -
Pemkab Badung akan memberi perhatian serius terhadap pengembangan sektor pertanian yang dinilai memiliki ketangguhan dalam meningkatkan perekonomian rakyat. Karena itu, strategi yang diprioritaskan adalah memperkuat modal petani serta perbaikan SDM-nya termasuk tenaga penyuluhnya. Bupati A.A. Gde Agung menegaskan hal itu, Minggu (11/12) kemarin menanggapi komitmennya membangun pertanian sebagaimana tercermin dalam RAPBD 2006 ini.
Dikatakan, tahun anggaran 2006, pihaknya sudah mengajukan rancangan untuk penguatan modal petani hampir Rp 3 milyar. Program untuk pertanian lainnya juga terus ditingkatkan seperti peningkatan kualitas SDM petani dan PPL. Bahkan kini pihaknya tengah melakukan sejumlah penelitian di BPP untuk mendapatkan produk pertanian yang berkualitas. ''Kita harapkan hasil BPP ini nantinya bisa digunakan petani,'' jelasnya.
Dalam RAPBD 2006 tersebut skala prioritas pembangunan Badung tampak terfokus pada peningkatan kualitas SDM dan penguatan sektor ekonomi. Ini terlihat dari floting anggaran ke sektor pendidikan yang begitu besar yakni 23 persen lebih yang melebihi standar nasional yakni 20 persen. Dengan perbaikan SDM tersebut diharapkan akan mampu melahirkan sumber daya yang inovatif dan tangguh.
Bahkan menurut Kabag Humas Suambara, untuk sektor pertanian, anggaran yang disiapkan hampir sama dengan sektor kesehatan yakni sekitar 6 persen. ''Kalau ini bisa efektif diyakini ketiga sektor penting itu akan memberikan kemajuan yang signifikan,'' jelasnya.
Terkait dengan pengembangan sektor pertanian ini, Bupati Gde Agung mengatakan berbagai terobosan terus dilakukan. Ia mengajak dinas terkait lebih inovatif dan kreatif untuk melakukan mencari dan mengembangkan produk-produk unggulan baru yang bisa memacu sektor ini tumbuh lebih cepat. ''Kalau dinasnya tak ikut aktif maka akan lamban kemajuan yang akan dicapai,'' ujarnya.
Dinas terkait selain diminta aktif turun menyerap masukan dari petani, juga diharapkan bisa aktif mencari terobosan agar petani lebih bersemangat bekerja di sektor ini. Pengembangan produk baru yang sesuai dengan kondisi dan memiliki nilai pasar sangat dibutuhkan. ''Pemkab siap akan menjembatani termasuk mendukung permodalannya,'' jelasnya. (031)
sumber: BaliPost
|