KEMISKINAN, MASALAH BESAR DI BALI Posted by Balipost on 2005-12-19 [ print news ini | beritahu teman | dilihat 2188 kali ]Tabanan (Bali Post) -
Kemiskinan masih dirasakan oleh mayoritas rakyat Bali. Petani, buruh, nelayan, perajin kecil dan kaum miskin perkotaan menjerit dalam kemiskinan yang nyaris absolut. Demikian disampaikan Koordinator Program Pengembangan Kecamatan (PPK) Bali dan NTB Putu Agus Brahmantiya dalam Pelaksanaan Pekan Olah Raga dan Seni PPK se-Bali di Kebun Raya Ekakarya Bedugul Minggu (18/12) kemarin.
Agus menyatakan kemiskinan merupakan masalah yang kompleks, baik dari faktor penyebab maupun dari dampak yang ditimbulkan. Kemiskinan dapat terjadi karena faktor-faktor internal dalam diri individu, keluarga, atau komunitas. Selain itu disebabkan oleh faktor eksternal seperti kondisi sosial, politik, hukum dan ekonomi. Ia menyatakan dari sisi dampak, kemiskinan dapat menimbulkan masalah yang sangat besar jika tidak segera ditanggulangi seperti menurunnya kualitas sumber daya manusia, kecemburuan sosial, terganggunya stabilitas sosial, dan meningkatnya angka kriminalitas.
Menurut Ketua Yayasan Sapu Lidi ini, kompleksnya penyebab dan akibat yang ditimbulkan oleh masalah kemiskinan, serta kurang berhasilnya kebijakan dan program penanggulangan program kemiskinan yang dilakukan selama ini, maka penanggulangan harus dilakukan secara menyeluruh baik sosial, politik, dan ekonomi. Program pengembangan kecamatan merupakan upaya menanggulangi kemiskinan secara terpadu dan berkelanjutan.
Menurut Agus, pelaksanaan PPK II tahun 2003-2005 dengan dana Rp 46,5 milyar telah mengalami keberhasilan di antaranya tersedia ruang bagi peningkatan kualitas SDM di pedesaan sebagai tenaga pendorong pembangunan. ''Juga telah menumbuhkan semangat keswadayaan masyarakat dan ekonomi masyarakat,'' katanya.
Sementara Ketua Panitia Porseni I Wayan Merta menyatakan kegiatan ini diikuti oleh delapan kabupaten yang terdiri atas 35 kecamatan. (upi)
sumber: BaliPost
|