Benang Tridatu, Bunga, Bija dan Dupa
Om Swastyastu.
Seneng membaca hal-hal kecil yg memang jadi ‘masalah’ dalam kehidupan sehari-hari bagi umat Hindu di luar Bali.
Ada banyak pendapat mengenai cara dan sikap kita di dalam memakai berbagai sarana yang merupakan ciri khas atau Identitas Hindu (lebih tepat ”Bali”), seperti tridatu, bija, bunga, dan dupa. Semua bagus dan masuk akal.
Saya sendiri selalu menyikapi dengan positif, tidak untuk kebanggaan, bukan untuk show-off, tetapi bukan juga menjadi minderatau malu karenanya.
Baik semasih saya kuliah di LN (Filipina, Australia, dan Jepang), maupun setelah saya kerja di Jakarta (sejak 2005 sampai sekarang), saya konsisten menyikapi sbb.
1. Dupa (dan kadang-kadang bunga, kalau pas kamboja dan/atau cempaka saya di rumah berbunga).
Setiap pagi, begitu sampai di kantor, “pekerjaan” saya yang pertama adalah menyalakan dupa, kemudian duduk, “merenung” sekitar 15-20 menit. Pada awal-awalnya, saya rajin mempermaklumkan kepada segenap staf dan kawan di lantai yang sama, bahwa itu adalah kebiasaan saya sebagai orang Hindu dan Bali. Jadi, saya katakan, mohon maaf kalau ruangan kerja saya berbau dupa, mohon jangan diartikan lain. Anggap saja itu bau harum dari aromateraphy yang lagi ngetrend sekarang.
Pengalaman saya, tidak ada masalah dengan praktek ini. Sekpri saya (setiap saya mutasi selalu mendapat sekpri cantik yang berkerudung), sangat memahami dan menghargai hal ini, sehingga ybs tidak pernah mengetuk pintu pagi-pagi, sebelum saya sendiri keluar dari ruang kerja.
2. Bunga
Saya tidak pernah malu menggunakan bunga sehabis sembahyang, baik yang di rambut maupun yang tersumpang di telinga (tentunya saya buat sedemikian rupa agar jangan terlalu mencolok karena tidak ada maksud show off). Di lift kantor sering saya mendapat perhatian dan pertanyaan (yang umumnya sopan), “pak ada apa di kepalanya…, mungkin kejatuhan daun”. Saya sikapi dengan positif, sebagai kesempatan untuk memberikan awareness bahwa itu adalah tradisi Bali. Saya katakan, tadi saya habis “sholat” secara Bali-Hindu, dengan bunga. Sekaligus saya jelaskan makna bunga itu…….
3. Bija. Persis, seperti yang disampaikan banyak semeton, ada pertanyaan yang naif, mengatakan bahwa ada nasi melekat di dahi. Sayapun menyikapi positif, dengan menjelaskan makna bija bagi orang Bali-Hindu…..
4. Benang Tridatu. Saya nyaris selalu menggunakan gelang Tridatu. Karena belum yang satu putus, sudah ada tambahan baru, karena benang tridatu ternyata bertahan sekitar 4-5 bulan sebelum putus sendiri. Dalam kurun waktu tersebut, selalu ada saja upacara yang memang “layak” mentridatukan warga/pamedek/peserta upacara.
Setiap ada pertanyaan, selalu saya berikan jawabnya yang simpel dan filosofis. Misalnya, tridatu saya jelaskan sebagai simbol untuk selalu mengingatkan manusia bahwa hidup itu tidak hanya sewarna…, melainkan banyak warna. Paling tidak ada kelahiran, kehidupan, dan kematian…., dan dg menggunakan tridatu, kita diingatkan atas semua itu…..
Jadi, mengapa harus malu?
Tetapi, jangan juga terlalu bangga, kalau kita tidak bisa menjelaskan makna yang ada di balik sarana upacara-upakara tersebut.
Salam Damai,
Ksamaswamam….
IGP Brahmananda
Duta Bintaro, Kluster Sanur E7/5.
sumber: HDnet
-
Gustu Freedom

- Paket Camping Overnight di Toya Devasya
- Harga Special Domestik di 101 Legian
- Promo Tahun Baru di Hotel Ibis Style Bali Circle
- Paket 3 jam spa Rp. 500.000 @ Wellbeing Spa
- Promo s/d November di Umasri Umalas
- Paket Outbound and Camping – Overnight
- Harga Spesial untuk Rafting di bulan Agustus
- Paket Meeting di Nirmala Hotel Denpasar
- Pura Besakih Tour
- Menginap High Season, Harga Low Season!
- widi: thanks untuk inormasinya… webnya bagus…
- Made Sudarmadi: bgmana si cranya konsentrasi
- jah bless: vel kata siapa ganja bikin kecanduan ? lu pernah make ga ? kalo ga pernah diem aje. kalo masalah kesehatan...
- SUSANTA BAGUS: Om Swastyastu, saya masu tanya, mohon informasinya: 1. Mengapa umat Hindu harus membuat pura 2. Apakah...
- GdTantya: itu bhagawad gita bab 3 ??
- Solidaritas dari Bali untuk Rokatenda
- Konser Alam Sejuta Buku – Ruby Soho feat Anak Alam
- Kuta Karnival 2012, The Prosperity World
- Sanur Village Festival 2012 “Salampah Laku”
- Bali, di acara peluncuran Apple iPhone 5
- Kangen ngumpul-ngumpul dengan BlueBrainers yang ada di Jakarta?
- Jadwal Pesta Kesenian Bali yang ke-34 tahun 2012
- FlexiNet Unlimited
- Indosat Mobile
- Nusa Lembongan – Petualangan seru sisi lain Bali


















