Benang Tridatu, Bunga, Bija dan Dupa

Diposting tanggal 31 May 2012 oleh admin di kategori Hindu dan Adat Bali | 1 Comment » [ 906 views ]

Om Swastyastu.

 

Seneng membaca hal-hal kecil yg memang jadi ‘masalah’ dalam kehidupan sehari-hari bagi umat Hindu di luar Bali.

Ada banyak pendapat mengenai cara dan sikap kita di dalam memakai berbagai sarana yang merupakan ciri khas atau Identitas Hindu (lebih tepat  ”Bali”), seperti tridatu, bija, bunga, dan dupa. Semua bagus dan masuk akal.

Saya sendiri selalu menyikapi dengan positif, tidak untuk kebanggaan, bukan untuk show-off, tetapi bukan juga menjadi minderatau malu  karenanya.

 

Baik semasih saya kuliah di LN (Filipina, Australia, dan Jepang), maupun setelah saya kerja di Jakarta (sejak 2005 sampai sekarang), saya konsisten menyikapi sbb.

1. Dupa (dan kadang-kadang bunga, kalau pas kamboja dan/atau cempaka saya di rumah berbunga).

Setiap pagi, begitu sampai di kantor, “pekerjaan” saya yang pertama adalah menyalakan dupa, kemudian duduk, “merenung” sekitar 15-20 menit.  Pada awal-awalnya, saya rajin mempermaklumkan kepada segenap staf dan kawan di lantai yang sama, bahwa itu adalah kebiasaan saya sebagai orang Hindu dan Bali.  Jadi, saya katakan, mohon maaf kalau ruangan kerja saya berbau dupa, mohon jangan diartikan lain.  Anggap saja itu bau harum dari aromateraphy yang lagi ngetrend sekarang.

Pengalaman saya, tidak ada masalah dengan praktek ini.  Sekpri saya (setiap saya mutasi selalu mendapat sekpri cantik yang berkerudung), sangat memahami dan menghargai hal ini, sehingga ybs tidak pernah mengetuk pintu pagi-pagi, sebelum saya sendiri keluar dari ruang kerja.

 

2.  Bunga

Saya tidak pernah malu menggunakan bunga sehabis sembahyang, baik yang di rambut maupun yang tersumpang di telinga (tentunya saya buat sedemikian rupa agar jangan terlalu mencolok karena tidak ada maksud show off).  Di lift kantor sering saya mendapat perhatian dan pertanyaan (yang umumnya sopan), “pak ada apa di kepalanya…, mungkin kejatuhan daun”.  Saya sikapi dengan positif, sebagai kesempatan untuk memberikan awareness bahwa itu adalah tradisi Bali.  Saya katakan, tadi saya habis “sholat” secara Bali-Hindu, dengan bunga. Sekaligus saya jelaskan makna bunga itu…….

 

3.  Bija.  Persis, seperti yang disampaikan banyak semeton, ada pertanyaan yang naif, mengatakan bahwa ada nasi melekat di dahi.  Sayapun menyikapi positif, dengan menjelaskan makna bija bagi orang Bali-Hindu…..

 

4.  Benang Tridatu.  Saya nyaris selalu menggunakan gelang Tridatu.  Karena belum yang satu putus, sudah ada tambahan baru, karena benang tridatu ternyata bertahan sekitar 4-5 bulan sebelum putus sendiri.  Dalam kurun waktu tersebut, selalu ada saja upacara yang memang “layak” mentridatukan warga/pamedek/peserta upacara. 

Setiap ada pertanyaan, selalu saya berikan jawabnya yang simpel dan filosofis.  Misalnya, tridatu saya jelaskan sebagai simbol untuk selalu mengingatkan manusia bahwa hidup itu tidak hanya sewarna…, melainkan banyak warna.  Paling tidak ada kelahiran, kehidupan, dan kematian…., dan dg menggunakan tridatu, kita diingatkan atas semua itu…..  

 

Jadi, mengapa harus malu?

Tetapi, jangan juga terlalu bangga, kalau kita tidak bisa menjelaskan makna yang ada di balik sarana upacara-upakara tersebut.

 

Salam Damai,

Ksamaswamam….

 

IGP Brahmananda

Duta Bintaro, Kluster Sanur E7/5.

 sumber: HDnet

  • Gustu Freedom

    saya bangga dg anda…..yg telah menjelaskan makna dari benang tridatu, bunga & bija.
    begitulah seharusnya menjadi orang hindu bali. suksma Hyang Widhi be with you always.

Selamat datang di Tagboardnya www.iloveblue.com, sudahkan Anda membaca aturannya? klik di sini
Promo Iloveblue.com
WHAT'S UP BALI @TWITTER
SEARCH LIRIK LAGU
BANNER PROMO
tiket pesawat murah
RECENT COMMENTS
  • widi: thanks untuk inormasinya… webnya bagus…
  • Made Sudarmadi: bgmana si cranya konsentrasi
  • jah bless: vel kata siapa ganja bikin kecanduan ? lu pernah make ga ? kalo ga pernah diem aje. kalo masalah kesehatan...
  • SUSANTA BAGUS: Om Swastyastu, saya masu tanya, mohon informasinya: 1. Mengapa umat Hindu harus membuat pura 2. Apakah...
  • GdTantya: itu bhagawad gita bab 3 ??
NUMPANG NAMPANG
LATEST POST
JEPRET
PHOTO GALLERY
BANNER SPONSOR
IKLAN PREMIUM

Foto Prewedding di Bali

Iloveblue
Pembuatan foto pre wedding kini telah menjadi suatu keharusan bagi calon mempelai. Keindahan dan keunikan suatu foto pre wedding akan menghiasi kartu undangan ataupun souvenir pernikahan. Terlebih lagi foto itu dibuat di Bali. Ini akan menjadi suatu sensasi tersendiri.

Menikah di Bali

Iloveblue
Untuk melakukan pernikahan di Bali, saat ini bukanlah sesuatu yang susah untuk dilakukan. Anda tinggal kontak ke salah satu wedding organizer, menentukan jumlah undangan yang akan hadir, memilih lokasi upacara, thema, yang tentunya disesuaikan dengan budget Anda.

Lokasi Prewedding di Bali

Iloveblue
Selain terkenal akan budayanya, Bali merupakan salah satu tujuan dari fotografer-fotografer prewedding saat ini. Karena Bali memberikan pilihan lokasi prewedding yang begitu beragam. Mulai dari danau, gunung, pura, pantai dan tentu saja panorama sunset yang eksotis.
Iloveblue
  • Apa kabar? - Punapi gatrane?
  • Berapa harganya ini? - Aji kuda niki?
  • Mau pergi ke mana? - Jagi lunga kija?
  • Saya suka kamu - Tyang tresna sareng ragane
  • Terima kasih banyak ya - Matur suksma nggih

Bali Stock Photos

Welcome to Bali Stock Photos, the web's original source for high quality stock photos / images from Bali. Bali, as well known an island with a thousands pura (temple) has so many wonderers objects / moments that can be captured in photos. Start from most uniquely ceremonies, the wonderful landscapes, balinese life, the exotic face of the balinese, the wonderfully flora and fauna and side by side with the greatness of balinese temples.

iloveblue.com
iloveblue.com