[Media Hindu 8] Bekerja Sebagai Bhakti (Devosi)
Anda mungkin tahu orang yang “berbhakti atau menyerahkan diri kepada pekerjaannya”-artinya mereka berdedikasi kepada karir dan pekerjaannya. Jika ini datang dari ego, itu berarti mereka telah mengalami pemuasan diri dari apa yang telah mereka lakukan. Alasannya bisa banyak; mungkin kekuasaan yang mereka nikmati, mungkin pemanfaatan bakat mereka, mungkin perbedaan yang mereka buat melalui pekerjaan mereka.
Tidak ada yang salah dengan devosi terhadap pekerjaan jenis ini dan ini pasti telah memberi kontribusi untuk perbaikan dunia kita dengan berbagai cara. Bagaimanapun, jika penyerahan diri kita ke pekerjaan hanya berada di tingkat pemuasan diri seperti ini, kita kehilangan sebuah kesempatan besar untuk pengembangan spiritual kita. Jadi ikutlah kami menjelajahi jalan devosi ini sebagai latihan spiritual di tempat kerja.
Dalam komentar Swami Ranganathanda tentang Bhagawad Gita, ia menjelaskan instruksi yang Khrisna berikan ke Arjuna yang harus dilakukan di jalan bhakti ini. Krishna berkata kepada kita,”Apapun tindakan yang Anda lakukan, lakukan itu sebagai persembahan kepada-Ku .”Ini berarti jika Anda bekerja di kantor, perlakukan itu seperti melayani Tuhan. Lalu ia berkata pada Arjuna,”Pertahankan Aku sebagai Tujuan Utama.” Artinya kesampingkan semua hal lain selain Tuhan, dan buat Tuhan sebagai hal utama di dalam hidup. Kemudian Ia mengatakan,”Jadilah pengikutku.”Disini ia mengatakan kepada kita bahwa satu-satunya hubungan antaar Anda dan Dia(Tuhan) adalah cinta murni. Jikalau kita menjaga instruksi praktikal itu, tidak ada lagi yang dibutuhkan. Bhakti (devosi atu kesungguhan Hati) selalu sederhana.
Instruksi-instruksi itu mirip dari yang diberikan oleh Buddha ketika ia menganjurkan orang untuk melindungi diri dengan kesadaran yang diraihnya. Kita telah menemukan kualitas bhakti seperti ini lebih praktikal daripada yang pertama kali kita duga. Untuk Contoh, Amber-Chand, peserta pendiri (co founder) Eziba, sebuah perusahaan internasional yang memasarkan produk-produk seni kerajinan tangan (artisan) di seluruh Dunia, berkata;
Aku ingat masa kecilku di mana ibuku dan ayahku mengajarkan aku untuk memperlakukan tamu sebagai Tuhan. Anda harus lakukan segala hal yang Anda bisa lakukan untuk membuat saat-saat mereka bersamamu menjadi bahagia dan memuaskan. Sewaktu pertama kali kita melakukan pelatihan pelangagan, aku mengatakan pada karyawan bahwa pelanggan adalah Tuhan.
Saat pelanggan memanggil, kita menghentikan apapun yang sedang kita lakukan dan mendengarkan mereka.Tapi apa yang terjadi jika penlanggan tidak bahagia?
Aku selalu mengangkat telpon dan menelepon mereka; aku memulainya dengan meminta maaf kepada mereka. Pelanggan terkejut; Mereka tidak percaya bahwa salah seorang direktur menyempatkan diri untuk menelepon mereka. Dari telepon ini, aku akhirnya mendapatkan pelanggan yang bahagia.
Saat bhakti hati kita datang dari dasar spiritual kita itu juga membantu diri kita membersihkan hati dan pikiran kita, dan itu dapat menuntun kita menjadi seperti orang yang berbhakti kepada, dan bekerja sebagaimana Yang Suci akan bekerja.Seperti dikatakan oleh seorang suci : Kita semua ingin surga dimana Tuhan berada, tapi kita punya kekuatan untuk berada di surga dengan-Nya di saat ini juga. Bergembira bersama Tuhan sekarang berarti mencintai seperti Ia mencintai, membantu seperti Ia membantu, memberi seperti Ia memberi, melayani seperti Ia melayani…..
Seorang eksekutif menjelaskan bagaimana ia menempatkan kekuatan dari cinta yang sungguh-sungguh ke sebuah tindakan saat ia sedang melalui tahun di mana perusahaannya sedang mengalami laba terburuk yang pernah dialaminya. Kita memberi cinta yang terus-menerus ke setiap orang, dan memastikan bahwa semua orang menjadi sukses.
Dalam memberi cinta yang terus-menerus, aku tidak kenal lelah. Cinta memberi kekuatan. Tidak peduli kemana aku pergi, aku memberi cinta, bahkan lebih banyak dari informasi. Saat kita bekerja dengan kesungguhan spiritual, kita memberi diri kita dan mengangkat orang lain melalui pekerjaan kita.
Kami melakukan pekerjaan dengan kualitas yang tertinggi dengan kesenangan dan efisiensi sejati, memberi kita pengalaman baru dari sukses dalam pekerjaan.
Seperti seorang eksekutif lain mengatakan :“Jika aku punya perasaan mencintai orang, maka aku bisa menyediakan servis yang lebih baik kepada orang itu. Jika aku cinta, maka aku bisa melayani dengan lebih baik. Inilah kesuksesan. Jadi, tanyakan pada dirimu: Apa sumber dari kesungguhanku dalam bekerja? Bagaimana aku bisa memakai pekerjaanku untuk menguatkan pertumbuhan spiritualku?
(Terjemahan Ngakan Nyoman Gandhi)
oleh : William dan Debra Miller

- Bonus Night The Water Garden Candidasa
- Pura Besakih Tour
- Promo Tahun Baru di Hotel Ibis Style Bali Circle
- Paket Outbound di Toya Devasya Kintamani
- Discount 20% Waka Maya Resort Sanur
- Harga Spesial untuk Rafting di bulan Agustus
- Paket Meeting di Nirmala Hotel Denpasar
- Last Minute Rate di The Oasis Kuta
- Harga Promosi Villa bulan September
- Kintamani Tour
- widi: thanks untuk inormasinya… webnya bagus…
- Made Sudarmadi: bgmana si cranya konsentrasi
- jah bless: vel kata siapa ganja bikin kecanduan ? lu pernah make ga ? kalo ga pernah diem aje. kalo masalah kesehatan...
- SUSANTA BAGUS: Om Swastyastu, saya masu tanya, mohon informasinya: 1. Mengapa umat Hindu harus membuat pura 2. Apakah...
- GdTantya: itu bhagawad gita bab 3 ??
- Solidaritas dari Bali untuk Rokatenda
- Konser Alam Sejuta Buku – Ruby Soho feat Anak Alam
- Kuta Karnival 2012, The Prosperity World
- Sanur Village Festival 2012 “Salampah Laku”
- Bali, di acara peluncuran Apple iPhone 5
- Kangen ngumpul-ngumpul dengan BlueBrainers yang ada di Jakarta?
- Jadwal Pesta Kesenian Bali yang ke-34 tahun 2012
- FlexiNet Unlimited
- Indosat Mobile
- Nusa Lembongan – Petualangan seru sisi lain Bali


















