Perayaan Ganesh Chaturthi
Om Gum Ganapata Yei Namaha, Om Gum Ganapata Yei Namaha, ………
Perayaan Ganesh Chaturthi merupakan salah satu dari hari raya Hindu terpenting di India. Hari dimana Dewa Ganesha, putra Dewa Shiva dan Dewi Parwati tercipta.
Hari yang kemudian diperingati sebagai hari kelahiran yang istimewa.
Di beberapa tempat di india, perayaan ini juga dikenal dengan sebutan Vinayaka Chaturthi atau Vinayaka Chavithi. Dirayakan pada bulan Bhaadrapada menurut perhitungan kalender Hindu di India, sedangkan menurut perhitungan kalender Gregorian, jatuh diantara tanggal 20 Agustus dan 15 September. Kira-kira sebulan sebelum perayaan dimulai, umat yang non-veg banyak yang melaksanakan brata vegetarian dalam kehidupan sehari-hari, hingga perayaan berakhir. Ganesh Chaturthi dirayakan selama 10 hari berturut-turut terutama di Maharastra dan Andhra Pradesh.
Menurut legenda, hari raya Ganesh Chaturthi adalah peringatan hari kelahiran Ganesha. Dikisahkan bahwa pada jaman itu, Dewa Shiva pergi dari pegunungan Kailash untuk satu tugas. Devi Parvati ditinggal sendirian sehingga beliau memerlukan seseorang untuk menjaga pintu rumah saat mandi. Ketika tidak berhasil menemukan siapapun, timbul ide untuk menciptakan seorang putra yang bisa menjaganya. Diciptakanlah Ganesha dari adonan tepung kayu cendana yang kemudian diberi nafas kehidupan. Kemudian Dewi Parwati menyuruh Ganesha untuk menjaga pintu masuk agar tidak ada yang masuk rumah selama ditinggal mandi. Malangnya, saat itu Dewa Shiva kembali dari menjalankan tugasnya, namun tidak diperkenankan masuk pintu rumah yang di jaga ketat oleh Ganesha.
Dewa Shiva menjadi marah dan memenggal kepala Ganesha kemudian masuk melalui pintu yang dijaga Ganesha. Ketika Devi Parvati melihat kepala Ganesha terpenggal, Devi Parvati menjadi sedih dan marah. kemarahannya itu membuat beliau berubah rupa menjelma menjadi Dewi Kali dan mengancam akan menghancurkan ketiga Loka: Bhur, Bvah dan Swah Loka. Ke tiga Loka tersebut tergoncang dahsyat, semua berlari ketakutan mencari solusi dari Dewa Shiva. Untuk menenangkan kemarahan Devi Parvati, Deva Shiva mengirim utusan untuk memenggal kepala seorang anak yang tidak diurus oleh ibunya, yang tidur berhulu ke selatan. Anak yang seperti di gambarkan Dewa Shiva yang pertama kali d lihat oleh utusan beliau adalah seekor anak gajah. Jadilah, anak gajah itu di penggal kepalanya dan dibawa cepat menghadap Dewa Shiva. Kemudian Dewa Shiva menyatukan kepala gajah itu ke tubuh Ganesha dan memberinya nafas kehidupan. Melihat hal ini, Devi Parvati sangatlah senang serta merangkul putranya, Ganesha.
Menurut sejarah, perayaan Ganesh Chaturthi menjadi nge-tren sejak tahun 1893, Lokmanya Bal Gangadhar Tilak, seorang ‘freedom fighter’ dan reformis sosial merubah perayaan tahunan Ganesha dari perayaan yang bersifat pribadi kekeluargaan menjadi perayaan seluruh komunitas. Dalam rangka menjembatani perbedaan antara komunitas Brahmana dan non Brahmana, maka perayaan Ganesh Chaturthi diberlakukan sebagai hari libur nasional. Dewa Ganesha dipercaya sebagai dewa semua umat, bukan Dewanya satu golongan tertentu. Sejak itulah, perayaan Ganesh Chaturthi dirayakan bersama oleh semua golongan komunitas Hindu sebagai perayaan umum dengan penuh suka cita.
Pemujaan khusus untuk Dewa Ganesha dilakukan pada hari raya ini dimana Panchamrut (susu, yogurt, ghee, madu, air gula merah) dipakai memandikan patung Dewa Ganesha diselingi dengan penggunaan air.
Kemudian kain merah dipakaikan pada patung Ganesha serta benang suci. Serbuk kayu cendana kemudian ditaburkan ke patung Ganesha serta dipersembahkanlah bunga warna merah atau kuning. Lampu tradisional (dari minyak kelapa atau minyak wijen dengan sumbu benang) di nyalakan, genta disuarakan serta makanan di persembahkan sebagai simbul persembahan kepada Panchaprana beliau.
Selama perayaan berlangsung, puja dilakukan 2 kali sehari, pada pagi hari dan menjelang malam. Kala itu umat akan mempersembahkan rumput muda (kusha grass) serta bunga-bungaan yang istimewa, sebanyak 21lembar rumput durva putih.
Ganesha murti biasanya mulai dihiasi pada hari pertama perayaan dan diberi kehidupan dengan kehadiran Dewa Brahma, Vishnu dan Shiva serta Veda. Menyentuh patung Ganesha (yang sudah di bersihkan dan dihiasi) dengan rumput durva (pucuk rumput yang masih muda), memberikan kehidupan secara berkala kepada setiap pemujaNya.
Mantra Ganesha dialunkan disusul dengan pemujaan kepada Ganesha. Saat pemujaan terakhir, seluruh keluarga dan handai taulan serta komunitas berkumpul kemudian menebarkan beras ke atas kepala patung Dewa Ganesha, perlambang beliau tidak duduk lagi, siap untuk di lebar ke laut. Arak-arakan mengiringi Ganesha sangat meriah hingga sering membuat lalu lintas menjadi macet.
oleh Parwati Agung
sumber: milis HDnet

- Bonus Night di Waka Shorea Resort
- Promo Paket Christmas
- Pura Besakih Tour
- Paket 3 jam spa Rp. 500.000 @ Wellbeing Spa
- Paket Keluarga di Quest Hotel Kuta
- Paket Camping Overnight di Toya Devasya
- Tanah Lot Tour
- Last Minute Rate di The Oasis Kuta
- Promo Tahun Baru di Hotel Ibis Style Bali Circle
- Discount 20% Waka Maya Resort Sanur
- Agus: Swastyastu,tyang mau tanya apakah ada lowongan untuk uru agama tapi di jawa timur karena saya tinggal di jawa...
- widi: thanks untuk inormasinya… webnya bagus…
- Made Sudarmadi: bgmana si cranya konsentrasi
- jah bless: vel kata siapa ganja bikin kecanduan ? lu pernah make ga ? kalo ga pernah diem aje. kalo masalah kesehatan...
- SUSANTA BAGUS: Om Swastyastu, saya masu tanya, mohon informasinya: 1. Mengapa umat Hindu harus membuat pura 2. Apakah...
- Solidaritas dari Bali untuk Rokatenda
- Konser Alam Sejuta Buku – Ruby Soho feat Anak Alam
- Kuta Karnival 2012, The Prosperity World
- Sanur Village Festival 2012 “Salampah Laku”
- Bali, di acara peluncuran Apple iPhone 5
- Kangen ngumpul-ngumpul dengan BlueBrainers yang ada di Jakarta?
- Jadwal Pesta Kesenian Bali yang ke-34 tahun 2012
- FlexiNet Unlimited
- Indosat Mobile
- Nusa Lembongan – Petualangan seru sisi lain Bali


















