All right reserved. © Iloveblue.com
TARI GENJEK DAN JANGER TRADISIONAL MEMERIAHKAN PESTA KESENIAN BALI 2003
[Adi Blue]
Penampilan Genjek Jasri di PKB --
Kesenian ''Stres'' Itu Ditunggu Penonton
MEMANG menarik acara PKB, Senin (23/6) kemarin. Dalam jadwal PKB disebutkan ada pergelaran genjek stres. Tak heran, banyak penonton terkonsentrasi menunggu di Kalangan Angsoka, ingin tahu apa sesungguhnya genjek stres tersebut.
Tetapi ternyata kesenian yang ditampilkan Sanggar Suara Kencana, Jasri, Karangasem itu genjek biasa yang dipadukan dengan tarian joged. Kata ''stres'' yang menempel pada kesenian genjek itu sesungguhnya singkatan dari Seni Tradisi Desa Jasri. Jadi tak ada hubungannya dengan stres dalam arti sesungguhnya. Sebagai penghilang stres, barangkali ya. Karena, garapan seniman asal ujung timur Pulau Bali itu memberikan ''peluang'' besar bagi penonton untuk ketawa. Paling tidak, tingkah polah para pengibing membuat para penonton terpingkal-pingkal. ''Stres'' yang melengkapi kata genjek, setidaknya sama dengan sebutan ''Kapan'' dalam Sanggar Kapan Kusamba yang akronim dari Kusamba Anak Pantai.
Terlepas dari itu sesungguhnya ada hal yang menarik pada pergelaran kedua sanggar ini. Jika Sanggar Kapan menampilkan genjek beralur cerita ''Cupak Grantang'' beberapa hari lalu, Sanggar Suara Kencana justru memadukan genjek dengan tarian pergaulan -- joged bumbung.
Dalam pergelaran yang padat penonton kemarin, Sanggar Suara Kencana menampilkan tembang-tembang genjek yang dipadukan dengan musik kecapi. Tembang yang dibawakan seperti sembah ingsun, pengaksama dan ditutup dengan lagu pekaad.
Melibatkan sekitar 25 personel, sanggar pimpinan Komang Krinata Apriawan itu mampu memukau penonton dengan tembang-tembang genjeknya. Terlebih, ketika penari joged menjawat para pengibing, tepuk tangan menggema. Pengibingnya bebas. Bisa dari anggota sanggar dan bisa juga penonton.
Ada tiga penari joged tampil saat itu yakni Sutriani, Karmini, dan Komang Mariani. Penari yang menggunakan pakaian brokat biru muda itu rata-rata masih sekolah. Dua orang masih duduk di bangku SLTP, seorang di SLTA. Kendati masih muda usia, penampilannya di panggung sudah tampak dewasa. Gerak tubuhnya biasa-biasa saja alias dalam batasan sopan tarian joged Bali.
Janger Tradisional
PARA penonton, terutama yang doyan kesenian janger, tampaknya betul-betul terhibur oleh penampilan sekaa janger dari SMU 1 Semarapura Klungkung. Bertempat di Wantilan Taman Budaya, Senin (23/6) kemarin, sekaa itu membawakan kesenian janger tradisional -- janger tempo dulu. Mereka membawakan sejumlah lagu-lagu janger, diawali pengaksama, pepeson dan baru dilanjutkan dengan lagu-lagu mejangeran.
Kesenian itu didukung 24 orang penari -- 11 orang penari janger, 10 penari kecak, dan tiga orang ''pelawak''. Sementara penabuhnya berjumlah 10 orang, memainkan gamelan gegerantangan. Kesuksesan penampilan itu tak terlepas dari binaan Komang Sukarya (penata tabuh) dan I Gde Darma Suarsana (penata tari dan lagu). Tempat duduk Wantilan Taman Budaya tampak penuh oleh penonton, beberapa di antaranya tamu mancanegara.
Jadwal PKB Ke-25
Selasa (24/6)
Pukul : 10.00
Kegiatan: Gong Banjar Pangkung Tabanan
Tempat : Kalangan Angsoka
Pukul : 12.30
Kegiatan: Jegog Tingklik Desa Jimbar Wana, Berambang Jembrana
Tempat : Kalangan Ayodya
Pukul : 20.00
Kegiatan: Gambuh Anyar dari Yayasan Gambuh Br. Gelogor Denpasar
Tempat : Kalangan Ayodya
Pukul : 20.00
Kegiatan: Ikatan Keluarga Minang Saiyo Daerah Bali
Tempat : Kalangan Angsoka
Pukul : 20.00
Kegiatan: Grup Tari Padnecwara Jakarta
Tempat : Ksirarnawa
sumber: BaliPost