Tirtha Yatra di Pulau Lombok
Om Swastyastu,
Seperti janji saya, kini saya akan menceriterakan sedikit tentang beberapa Pura di Lombok, khususnya Lombok Barat dan Kodya Mataram, yang biasa dijadikan tujuan Tirtha Yatra.
Sebetulnya saya menunggu teman-teman yang asli atau sudah bertahun-tahun berdomisili di Lombok untuk berceritera karena tentunya mereka lebih paham dengan situasi. Mungkin karena kesibukan, sampai hari ini belum ada yang punya kesempatan.
Rupanya sejak beberapa waktu belakangan ini trend tirtha yatra telah berubah arah, tidak lagi ke barat melainkan ke timur, menuju Pulau Lombok. Setiap hari Sabtu dan Minggu selalu ada rombongan Yatri dari Bali atau bahkan dari Jawa yang datang ke Lombok. Hari Minggu lalu ada rombongan dari Tabanan tampak di Taman Narmada.
Di Taman Narmada ini ada Pura bernama Kelasa yang menurut saya namanya mengambil nama gunung di India yang merupakan Sthana Hyang Shiwa, Gunung Khailasa. Konon Pura Kelasa ini merupakan miniatur Gunung Rinjani. Taman di sekitar Pura telah dikuasai pemerintah dan dijadikan obyek wisata andalan dengan fasilitas kolam renang dan kolam pemancingan yang dulu merupakan miniatur Danau Segara Anak yang terdapat di puncak Rinjani.
Dari Taman Narmada kita bisa menuju Pura Suranadi. Jalan menuju Pura Suranadi tepat di depan Taman Narmada, arah utara. Di komplek pura ini ada beberapa Pura untuk malukat. Di Pura Suranadi ada sumur yang airnya sering dimohon untuk dibawa pulang. Maasyarakat Lombok sendiri ada yang secara rutin membawa galon air minum kemasan untuk memohon air dari sumur di Uttama Mandala Pura. Ada hutan wisata semacam kebun raya kecil.
Tinggal menunggu investor untuk permainan tree top.
Ke luar dari Pura Suranadi kita bisa menuju Pura Lingsar. Kembali ke jalan arah ke Narmada tapi sampai pertigaan SMAN-1 Narmada kita belok kanan (kalau ke kiri menuju Narmada). Di Lingsar ada 2 komplek Pura, yaitu Pura Lingsar dan Pura Ulon. Pura Lingsar berdampingan dengan Kemaliq, tempat ibadah Islam Wetu Telu. Akan tetapi, umat Hindu pun ada yang ikut maturan dan sembahyang di Kemaliq. Di Kemaliq ada sumber air suci. Di Kemaliq tidak diperkenankan membawa persembahan yang berbahan dari hewan sapi. Di Pura Ulon juga terdapat mata air suci.
Ketiga Pura di atas biasanya dikunjungi pagi hingga sore hari karena ada di satu rute. Makan siang bisa dilaksanakan di salah satu Pura itu. Sore hari, ketika matahari bergeser ke ufuk barat, tujuan Yatri selanjutnya adalah Pura Batu Bolong dan Pura Kaprusan yang ada di jalur pantai wisata Senggigi. Bersembahyang sambil menikmati keindahan pantai di ceruk teluk yang menawan dan semburat sunset yang berlindung di keanggunan Gunung Agung.
Bila masih tersisa waktu, silahkan mampir di Pura Baleku. Di sini ada “batu peluk” yang diyakini bahwa siapapun yang berhasil memeluk dengan mempertemukan ujung jari tangan kanan dengan ujung jari tangan kiri maka harapan yang diucapkan dalam hati sebelum memeluk akan terkabul.
Ada pula Pura Gunung Pengsong/Pangsung yang menurut sejarah merupakan tempat pengintaian serdadu kerajaan Karangasem sebelum menyerang Mataram. Diperlukan fisik yang kuat untuk mendaki. Banyak “Jero Sedahan”
yang mengintai bawaan dan siap menjambret. Pemangku biasanya membawa ketapel atau tongkat untuk mengusir. Pemandangan dari puncak sunggu menakjubkan. Pantas kalau strategi penyerangan dibuat di sini.
Di Kota Mataram ada Pura Mayura. Diberi nama Mayura karena konon dulu di kawasan ini banyak ular dan kemudian dibasmi dengan melepas sejumlah burung merak. Dalam Bahasa Sanskrta merak disebut mayura. Taman Mayura milik keluarga raja keturunan Kerajaan Karangasem.
Tepat di depan Pura Mayura ada Pura Meru. Konon kalau odalan di Pura Meru ini suasananya paling meriah karena di Pura ini ada Palinggih-palinggih dari berbagai golongan masyarakan keturunan Bali (generasi pertama) yang ada di Lombok. Setiap kelompok akan berusaha tampil terbaik. Ini info dari seorang teman.
Masih di tengah kota, ada Pura Pancaka di dekat kampus STAHN Gde Puja.
Pura Lingkuk Buni di Jl. Airlangga (masuk gang, mobil seukuran Kijang, Panther bisa masuk). Pura Gunung Agung di Desa Gunung Sari.
Yang perlu diperhatikan adalah bahwa di Lombok ada istilah Jero Mangku, Gusti Mangku, Ida Mangku, dan Agung Mangku. Sampai hari ini saya belum pernah mendengar istilah Cok Mangku, Dewa Mangku. Dengan demikian, hati-hati bila hendak memanggil. Saat matirtha masyarakat Lombok melakukannya sendiri, bukan diperciki oleh pinandita/pemangku. Mereka membawa cawan/gelas kecil untuk meminta tirtha kepada pemangku dan kemudian memerciki sendiri. Saya melihat kejadian ini pertama kali pada siswa SD di kawasan Cakranegara. Dua orang siswa berpakaian adat membawa baki yang berisi cawan-cawan kecil, dibagikan pada teman-temannya.
Teman-teman yang mengambil cawan itu kemudian memercikkan tirtha sendiri. Melihat kejadian ini saya jadi berpikir ini adalah cara untuk menghindari orang-orang tertentu diperciki tirtha oleh orang-orang tertentu lainnya. Setelah saya tanyakan pada teman-teman yang asli Lombok ternyata dugaan saya benar.
Perjalanan menuju Lombok bisa ditempuh dengan jalur udara atau laut.
Untuk jalur laut bisa dipilih membawa kendaraan langsung menyeberang atau estafet, kendaraan dari Bali cukup mengantar sampai pelabuhan Padang Bay dan di pelabuhan Lembar dijemput oleh kendaraan dari Lombok.
Bila membawa mobil keluarga menyeberang (sejenis Kijang, Panther, Terrios, Avanza, sedan, dan sejenisnya) biayanya Rp. 650.000,-/mobil berapapun penumpangnya. Sendiri segitu, penuh pun segitu. Untuk sepeda motor tarifnya Rp. 101.000,-, sendiri atau berboncengan sama saja. Tarif penumpang (tanpa kendaraan), dewasa Rp. 56.000,-/orang, anak-anak Rp. 32.000,-/orang. Penyeberangan memakan waktu 4 sanmpai 5 jam, tergantung ombaknya. Kapal yang disarankan: Dharma Samudera (paling disarankan), Putri Gianyar, dan Sindhu Dwitama. Bila tidak buru-buru, tunggulah kedatangan Dharma Samudera, sampaikan pada petugas pelabuhan. Ada sambutan hangat dari pramugari dan nahkoda melalui pengeras suara (mungkin rekaman dan setiap nahkoda punya rekamannya sendiri). Ada petunjuk keselamatan yang ditayangkan di setiap layar tv yang terpasang di banyak tempat. Ada tempat tidur gratis di dek penumpang. Ada tempat duduk yang sandarannya bisa diatur kemiringannya (reclining seat?…apalah gitu..:D ). Ada life musik. Ada arena bermain untuk anak-anak di lantai 3. Toilet yang bersih. Ruangan full AC, adem.
Di kapal Shindu Dwitama ruang tidurnya sempit dan lesehan. Ruang duduk cukup bagus. Pintu masuk ruang penumpang otomatis. Pintu masuk toilet harus ditekan tombolnya. Di toilet pria, urinoir akan menyiram urine secara automatic begitu kita menjauh. Untuk mencuci tangan di washtafle dekatkan tangan ke arah kran, air akan mengucur dan mati begitu tangan dijauhkan. Jangan bingung cari kran. Ruang full AC.
Kapal Putri Gianyar tidak punya ruang/area untuk tidur tapi kursinya panjang-panjang. Bila penumpang tidak penuh kita bisa tidur selonjor di kursi tersebut. Bagi beberapa orang harus menekuk lututnya.
Kapal ferry lainnya dipilih hanya kalau kepepet/buru-buru.
Rasanya cukup. Kalau ditambah ujung-ujungnya promosi. Misal tentang sewa mobil, bus, catering, atau tarif hotel. Kalau ada yang minta tolong + uang jasa lumayan nih.
Cukup ya….
Om Shantih,
Putu Aris Widyastana

- Romantic Honeymoon di The Oasis Kuta
- Menginap High Season, Harga Low Season!
- Tanah Lot Tour
- Kintamani Tour
- Paket Keluarga di Quest Hotel Kuta
- Promo s/d November di Umasri Umalas
- Paket Bulan Madu 3D/2N di DreamLand Villa
- Discount 20% Waka Maya Resort Sanur
- Paket Meeting di Nirmala Hotel Denpasar
- Honeymoon 3 Hari 2 Malam di Private Pool Villa
- Agus: Swastyastu,tyang mau tanya apakah ada lowongan untuk uru agama tapi di jawa timur karena saya tinggal di jawa...
- widi: thanks untuk inormasinya… webnya bagus…
- Made Sudarmadi: bgmana si cranya konsentrasi
- jah bless: vel kata siapa ganja bikin kecanduan ? lu pernah make ga ? kalo ga pernah diem aje. kalo masalah kesehatan...
- SUSANTA BAGUS: Om Swastyastu, saya masu tanya, mohon informasinya: 1. Mengapa umat Hindu harus membuat pura 2. Apakah...
- Solidaritas dari Bali untuk Rokatenda
- Konser Alam Sejuta Buku – Ruby Soho feat Anak Alam
- Kuta Karnival 2012, The Prosperity World
- Sanur Village Festival 2012 “Salampah Laku”
- Bali, di acara peluncuran Apple iPhone 5
- Kangen ngumpul-ngumpul dengan BlueBrainers yang ada di Jakarta?
- Jadwal Pesta Kesenian Bali yang ke-34 tahun 2012
- FlexiNet Unlimited
- Indosat Mobile
- Nusa Lembongan – Petualangan seru sisi lain Bali


















